Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bayangan


Karya Idang Walmiki

Aku melantun di laut lepas
Terkapai-kapai ombak lautan
Namun, jiwa ku tetap diam
Bersikukuh menanti sang bulan
Sore itu, burung-burung hanyut oleh dekapan layung
Aku pun terasing oleh jingganya lembayung,
Lalu ku bertanya, di mana kah damar wulan yang ku harap.

Ssssss
Desis angin tertampar layar
Bersiul yang berirama kelabu
Nampaknya, sore telah usai
Digantikan malam penuh risau
Aku mendekap bayang yang mulai hanyut,
Lenyap sudah bayang di ujung beladak kapal laut.

Bibirku basah
Bukan berdzikir,
Hanya menghapus kering bibir dengan lidah ku.
Hatiku mendengung nama mu
Yang ku ucap, hanya diri mu
Namun, sial
Damar wulan tak kunjung menyambutku.

Aku melamun,
Hanyutkah ia dalam dekapan sore yang jingga?
Mata ku berpaling pada liuk ombak,
Pada beladak kapal,
Pada bintang yang redup-redam
Pada ikan yang melayang-layang,
Namun, bayangku pada dirimu.

Aku mulai menulis isi hati
Malam ini begitu padam
Begitu sunyi hantaman ombak pada kapal
Begitu senyap bising mesin kapal.

Aku terhenti saat menulis kata 'jika'
Ku simpan pena
Ku buang kertas
Ku bakar kapal,
Lalu aku loncat tanpa ragu
Ku dapati, diriku terengah-engah 
Terkapai-kapai oleh tarian laut tak berperasaan.
Lalu, kudapati kaki menyetuh dasar
Lengan menggapai air.
Aku pongah, badan ku lemas, napas terengah-engah....
Damar wulan yang ku nanti,
Tenggelam di dasar laut
Yang kuselami ternyata bayang mu,
Nyatanya, dirimu jauh melampaui angan. 

15/12/2019


Idang Walmiki terlahir dengan nama asli Idhar Darusalam. Idang lahir di Cimahi, sekarang tinggal bersama kedua orang-tuanya di Majalaya, Kec. Paseh. Kabupaten Bandung. Semasa perkuliahan di UIN Bandung, Idang aktif di beberapa komunitas dan organisasi. Salah satunya ia aktif di komunitas sastra; jaringan anak sastra.

Instagram: @Idang_Walmiki

Posting Komentar untuk "Bayangan"